NEWMACAU88: Daftar Bandar Bola | Situs Agen Sbobet pulsa terpercaya

Agen sbobet online sekarang ini banyak ditemui di internet. salah satunya adalah NEWMACAU88 yang merupakan sebuah wadah yang menyediakan permainan Sbobet online secara resmi. Kami merupakan agen sbobet yang terbaik dan berpengalaman di indonesia.

NEWMACAU88 sendiri sudah berpengalaman dan menyediakan pelayanan dengan kualitas yang profesional. Kami menyediakan cara yang sederhana dan mudah sebagai agen sbobet online resmi, mulai dari form pendaftaran, deposit, dan withdraw yang sangat gampang, namun dari segi keamanan tetap terjaga dengan baik kualitasnya.

profesionalitas dan kecepatan pelayanan yang kami berikan sebagai agen sbobet resmi tentunya tidak mengecewakan. proses deposit dan withdraw yang tidak memakan waktu yang lama menjadi nilai lebih yang menjadi prioritas di NEWMACAU88. hanya dalam hitungan menit semua transaksi sudah diproses.

selain dari kecepatan kami juga memiliki keunggulan dari berbagai aspek lainnya, salah satunya terletak pada bonus, cashback, rollingan yang diberikan. syarat jelas, dan transparan yang dapat dilihat di page promosi.




Cara daftar Agen sbobet online resmi

Apa saja yang di dapat jika bergabung menjadi keluarga besar dari agen sbobet online resmi NEWMACAU88? jika bettor bergabung bersama kami, akan mendapatkan banyak bonus dan promosi yang diadakan setiap minggunya. selain bonus bettor yang daftar bola di agen sbobet online NEWMACAU88 juga kan mendapatkan bonus komisi, cashback dan rollingan.

Sbobet sendiri merupakan sebuah perusahaan pusat terbesar dari bandar bola di seluruh asia. untuk bermain bettor harus memiliki id dan password yang didapatkan setelah daftar sbobet online resmi. NEWMACAU88 yang merupakan agen sbobet yang memiliki lisensi resmi dari bandar bola sbobet adalah salah satu wadah untuk mendapatkan id dan password tersebut. Untuk daftar agen sbobet online sendiri ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu.

data utama yang harus disiapkan jika bettor ingin daftar bola secara online, setelah menyiapkan data bettor dapat mengunjungi situs resmi agen sbobet online melalui situs mereka atau nomor WA : +62 812 115 881 88

Agen Sbobet Deposit Pulsa Semua Operator

Kabar baik untuk seluruh bettor yang ingin daftar bola di 2021. Dikarenakan sekarang ini agen sbobet menyediakan pilihan deposit yang bisa dibilang praktis dan sangat memudahkan bettor dalam melakukan transaksi. agen sbobet deposit pulsa merupakan salah satu keunggulan NEWMACAU88 sebagai bandar bola resmi di indonesia.

Bettor dapat memainkan permainan judi sbobet dan daftar bola tanpa harus memiliki rekening, terlebih lagi kami menerima deposit dari semua operator di indonesia. dan dapat di withdraw dengan uang asli ke rekening yang terdaftar di awal pembuatan akun.

Agen bola deposit BRI dan uang asli

Bank Bri merupakan salah satu bank terbesar di indonesia, dan kami sebagai bandar bola resmi menjalin kerjasama dengan bank-bank ternama di indonesia. salah satunya adalah BRI, bettor sekalian dapat melakukan taruhan dengan uang asli agen bola deposit BRI atau bank lain seperti BCA, BNI, Mandiri dan Bank Lainya.

Seperti yang dibahas di atas, selain menggunakan bank agen bola deposit bri juga dapat melakukan deposit melalui pulsa atau e-money. untuk bisa bermain menggunakan pulsa bettor harus terlebih dahulu daftar agen bola deposit pulsa resmi.

Agen Bola dan Sbobet Online Terlengkap

agen bola yang merupakan olahraga sport terbanyak peminatnya di dunia, bahkan ada beberapa negara yang menjadikan bola menjadi kultur dan budaya mereka. di indonesia sendiri bola juga menjadi judi yang sangat banyak peminatnya, untuk bermain judi bola bettor harus daftar bola di agen bola resmi.

kenapa agen bola dan bandar bola resmi menjadi hal penting yang harus diketahui oleh bettor? tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan internet membawa hal positif dan negatif di masyarakat. karena kemudahan agen bola dan sbobet online dapat diwujudkan. jadi para bettor tidak harus ke casino dan bertatap muka untuk bermain.

Namun dibalik hal positif ada juga hal negatif seperti ying dan yang. Maraknya oknum yang mengatasnamakan agen bola dan menipu pemain yang ingin bermain. maka dari itu kita harus berhati hati jika ingin daftar agen bola deposit pulsa di internet.

BERMAIN BANDAR BOLA DEPOSIT BRI

SITUS TARUHAN BANDAR BOLA DAN AGEN BOLA TERBAIK

Setelah bosku mengerti beberapa cara bermain bandar bola terbaik, bosku semua sudah membuat akun dan akun bosku akan segera di kirim oleh customer service kami melalui livechat atau bisa juga melalui whatsapp kami, bosku bisa langsung login dan segera mengganti password sesuai yang bosku ingini agar lebih aman akun bosku sekalian.

Dengan hanya bermodalkan 20 ribu saja, bosku semua sudah bisa menikmati seluruh jenis taruhan yang tersedia di situs taruhan bandar bola terpercaya dengan berbagai pilihan permainan taruhan terbaik seperti taruhan permainan olahraga atau sportsbook terlengkap, yang pastinya sangat mendukung semua jenis ponsel yang bosku gunakan untuk bisa login ke dalam situs bandar bola online terpercaya.

Tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bosku semua yang tetap setia untuk memilih situs kami sebagai pilihan bosku untuk bermain taruhan agen bola deposit bri indonesia, kami akan memberikan layanan paling best kepada bosku semua pastinya. Semua layanan paling best dan keamanan paling baik kami berikan kepada bosku demi menjaga kepercayaan bosku yang di berikan kepada kami bandar bola online terpercaya yang membuat kami menjadi agen sbobet terbaik di Indonesia dari dulu hingga sekarang ini.

BERMAIN TARUHAN BANDAR BOLA DI SBOBET

Untuk informasi kepada bosku semua, situs bandar bola online terpercaya merupakan platform penyedia permainan olahraga terbesar di Indonesia loh.. dengan berbagai pilihan jenis permainan olahraga yang ada di dunia seperti sepakbola, basket, tenis, hingga e-sport juga ada di situs taruhan judi sportsbook dengan taruhan odds yang di berikan membuat bosku sangat nyaman dalam bertaruh.

Bermain judi bola di situs agen sbobet online membuat kalian bisa melakukan taruhan dalam bentuk parlay juga loh. Minimal dalam taruhan parlay adalah 3 hingga 13 pertandingan loh. Makin banyak kombo parlay yang kalian mainkan, maka makin besar pulak hadiah yang kalian dapatkan jika berhasil menebak dengan benar. Sangat menarik bukan system parlay ini.

BERMAIN SLOT ONLINE UANG ASLI SBOBET

Dalam permainan agen sbobet online juga tersedia permainan slot online menggunakan uang asli loh, hal ini bisa menjadi pilihan permainan untuk kalian mainkan dan pastinya sangat seru untuk di mainkan dengan banyak pilihan jenis permainan slot online yang tersedia pastinya.

Dengan bonus jackpot yang pastinya sangat besar, membuat permainan slot online dalam situs bandar bola online terpercaya menjadi semakin seru dan pastinya sangat di gemari oleh banyak pecinta taruhan judi online khususnya para pecinta slot online pastinya. Jadi kalian tidak usah ragu lagi bermain permainan slot online di situs sbobet online yah.

BERMAIN LIVE CASINO SBOBET: SICBO, BACCARAT DAN ROULETTE

Beberpaa permainan yang menjadi primadonya sbobet casino adalah permainan live casino pastnya, seperti sicbo, baccarat, dan roulette. Ke 3 permainan sangat di gemarai banyak orang karena bosku semua bisa langsung melihat permainan secara live dan pastinya bisa sekalian kalian nikmati permainannya yang pastinya sangat seru sekali untuk di mainkan.

Permainan sicbo sendiri mengharuskan kalian menebak angka dari dadu yang di kocok loh. Kalian bisa menebak kombinasi angka yang kira-kira akan keluar dan juga bisa menebak besar atau kecil ataupun ganjil dan genap yang membuat permainan dadu atau sicbo ini sangat seru di mainkan pastinya.

Permainan baccarat sendiri merupakan permainan dengan menggunakan kartu remi, baccarat sendiri menjadi primadona bagi banyak pecinta permainan casino loh, karena permainan baccarat bisa kalian mainkan dan lihat langsung permainannya secara live yang membuat permainan ini sangat seru di mainkan, kalian bisa melakukan taruhan untuk player atau juga bisa untuk banker, kalian bahkan bisa bertaruh untuk pair atau tie dan bahkan bonus banker dan player.

Permainan roulette sendiri merupakan salah satu permainan yang seru untuk di mainkan juga dalam permainan sbobet online pastinya, permainan roulette sendiri mengharuskan kita menebak nomor angka yang keluar ketika mesin roulette di putar, kalian juga bisa melakukan taruhan untuk merah ataupun hitam, bahkan bisa melakukan taruhan untuk besar dan kecil atau ganjil dan genap, kalian juga bisa melakukan taruhan untuk kombinasi angka misalnya 1-20 dan sebagainya, hal inilah yang membuat roulette menjadi sangat di cintai banyak orang dan menjadi sangat terkenal di kalangan pecinta sbobet casino ini.

BONUS DAN PROMO BANDAR BOLA TERBESAR DI INDONESIA

Tentunya ketika bermain taruhan judi sbobet kurang lengkap jika kita tidak membahas bonus bukan? Dengan hadirnya bonus menarik, kalian kemudian bisa mendapatkan keuntungan lebih ketika bermain di situs Bandar Bola online terpercaya.

BONUS MEMBER BARU 50%

Untuk bonus ini kalian bisa mendapatkan dengan sangat mudah karena bonus awal ini di berikan bagi kalian orang pertama yang melakukan registrasi dan deposit terlebih dahulu di agen Bandar Bola online terpercaya. Untuk sayaratnya sangat gampang, bonus ini hanya berlaku untuk anggota yang baru join dan pastinya hanya untuk permainan agen bola online, bonus ini juga hanya untuk deposit pertama ya, jadi untuk deposit selanjutnya tidak dapat lagi. Bonus ini juga tidak berlaku jika ada kesamaan ip atau no hp dengan akun lain. Minimal deposit dalam mendapatkan bonus member baru 50% adalah 100.000 dan maksimalnya 1 juta.

Syarat & Ketentuan:


BONUS CASHBACK 10% untuk permainan sbobet.

Bonus ini sangat berguna sekali untuk permainan sbobet, karena bosku semua yang bermain permainan sbobet, bisa mendapatkan bonus cashback dengan mudahnya ketika bermain permainan sbobet ini. syaratnya adalah bonus ini cuman berlaku untuk sportsbook, dan game bandar bola saja. Total kekalahan bosku harus minimal 1.000.000 dulu per minggunya ya, baru bisa mendapatkan bonus ini. bonus cashback ini bisa di klaim melalui chat dengan customer service kami, jadi bagi bosku semua bisa langsung mengklaim jika sudah kalah 100 ribu atau diatasnya ya.

Syarat & Ketentuan:


Bonus Live casino 1%.

Bonus Live casino ini bisa kalian dapatkan ketika bermain Live casino, sayartnya sangat mudah saja, kalian hanya perlu bermain hingga mendapatkan turnover lebih dari 50 juta dan akan mendapatkan 0.5% dari turnover yang klalian capai loh. Jadi ini menjadi sangat menarik karena jika menang besar kalian juga bisa mendapatkan bonus lain. Hal inilah yang membuat situs agen sbobet casino online terpercaya menjadi sangat di nikmati oleh para pecinta Live casino online.

Syarat & Ketentuan:

KELEBIHAN BERMAIN DI SITUS AGEN BOLA DEPOSIT PULSA

Dalam bermain di situs agen bola terpercaya, banyak sekali kelebihan yang bisa kalian nikmatin, hal ini membuat para pecinta agen sbobet online semakin terpikat ketika bermain di situs agen bola terpercaya, selain memberikan banyak bonus menarik dan ada juga bonus event yang hamper ada setiap minggunya kalian juga bisa menikmati layanan bermain permainan taruhan agen bola online terpercaya yang dengan mudah bisa kalian mainkan dan mendapatkan sensasi bermain yang sangat seru pastinya.

Situs agen bola terpercaya juga menyediakan customer service yang siap 24 jam meyanai bosku, jika bosku semua mengalami kendala seperti masalh yang timbul dalam bermain atau gangguan permainan yang terjadi di tengah game, bosku bisa langsung meminta tolong kepada customer service kami yang akan siap melayani bosku hingga masalh dan kendala yang bosku alami dalam bermain permainan taruhan agen bola terpercaya terselesaikan dengan penuh pastinya.

Customer service kami juga telah melewati uji coba dan test ketat, sehingga bosku bisa merasakan customer service kami yang terlatih dan sangat ramah serta sangat cepat dalam merespon segala keluhan dan kendala bosku semua, sehingga bisa dengan cepat bisa memperbaiki masalah yang terjadi. Jadi bosku tenang saja ketika bermain di situs agen sbobet casino online terpercaya, karena kami semaksimal mungkin memberikan yang terbaik kepada bosku semua.

Bosku semua juga bisa mendapatkan salah satu bonus menarik yaitu bonus referral ketika bermain di agen bola deposit pulsa, bosku semua bisa mengajak teman atau orang lain bisa juga saudara bosku untuk ikut bermain dan daftar bola terpercaya ini dan juga ikut merasakan sensasi bermain permainan bola yang luar biasa seru pastinya, bosku bisa langsung mendapatkan bonus tiap kali berhasil mengajak orang lain untuk ikut join dan bermain pastinya, jadi ini bisa menambah modal bosku untuk memenangkan permainanya pastinya.

Itulah beberapa hal yang perlu di ketahui dalam bermain permainan agen bola terpercaya dan segala keuntunganya. Terima kasih atas perhatian yang bosku berikan dan kepercayaan yang bosku berikan pada kami daftar bola online terpercaya.

L’éclairage de sécurité

La seule association à but non lucratif engagée pour plus de confort et de bon sens dans l’habitat.

L’éclairage de sécurité

Publié le 16 octobre 2017

L’éclairage de sécurité balise les cheminements, les obstacles et les changements de direction jusqu’aux sorties, pour permettre une évacuation sûre et efficace de chaque occupant, y compris des personnes en situation de handicap. Il assure un éclairement minimum pour éviter tout mouvement de panique lors de l’évacuation et pour faciliter l’intervention des secours. Son rôle est donc double : assurer l’évacuation et la fonction anti-panique.

La réglementation selon les types d’établissements

Il existe de nombreux types d’établissements dont l’exploitation et les contraintes sont différentes face aux risques encourus dans le cadre d’une évacuation.

Les bâtiments recevant du public

Selon l'article R. 123.8 du Code de la construction et de l'habitation, tous les établissements recevant du public (ERP) doivent être équipés d'un éclairage de sécurité.

Les règles d'installation de l'éclairage de sécurité sont définies dans "le règlement de sécurité" annexé à l'arrêté du 25 juin 1980 (articles EC 7 à 15), modifié par l'arrêté du 19 novembre 2001 et l'arrêté du 11 décembre 2009 (modifiant les articles EL et EC) et pris en application du Code de la construction et de l'habitation.

En matière de réglementation, l'arrêté du 25 juin 1980 portant approbation des dispositions générales du règlement de sécurité contre les risques d'incendie et de panique dans les établissements recevant du public fait référence.
L'éclairage de sécurité doit permettre, lorsque l'éclairage normal ou de remplacement est défaillant :

  • une évacuation sûre et facile des personnes vers l'extérieur ;
  • les manœuvres relatives à la sécurité et à l'intervention des secours.

© Ignes

Objectif : évacuer de façon sûre et rapide les personnes situées dans le bâtiment vers les issues extérieures.

Établissements de type ERT (établissements recevant des travailleurs : usines, ateliers, bureaux…)

L’éclairage d’évacuation est obligatoire dans tout local sauf si les conditions suivantes sont réunies :

  • le local débouche directement, de plain-pied, sur un dégagement commun équipé d’un éclairage d’évacuation ;
  • l’effectif du local est inférieur à 20 personnes. Toutes les personnes se trouvant à l’intérieur dudit local doivent avoir moins de 30 mètres à parcourir pour atteindre les issues.

L’éclairage d’ambiance ou anti-panique doit être réalisé dans chaque local où l’effectif atteint 100 personnes avec une densité de plus de 1 personne/surface de 10 m². Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Si l'établissement soumis au Code du travail est situé dans un immeuble d'habitation, l'éclairage de sécurité doit être aménagé pour les issues et dégagements communs utilisés par le personnel de ces établissements.

L'arrêté du 26 février 2003 (J.O. du 18 mars 2003), pris en application de l'article 15 du décret du 14 novembre 1988 relatif à la protection des travailleurs contre les courants électriques, traite des installations électriques d'éclairage de sécurité. Les établissements doivent disposer d'un éclairage de sécurité permettant d'assurer l'évacuation des personnes, la mise en œuvre des mesures de sécurité et l'intervention éventuelle des secours.

L’arrêté du 26 février 2003 sur les installations de sécurité (éclairage de sécurité et source de sécurité et de remplacement) dans les établissements recevant des travailleurs, abroge et remplace l'arrêté du 10 novembre 1976. La circulaire DRT n°7 commente l'application de cet arrêté.

Bâtiments d'habitation et leurs parcs de stationnement couverts

Sont concernés les immeubles d'habitation, y compris les logements-foyers dont le plancher du logement le plus haut est, au plus, à 50 m au-dessus du sol, accessibles aux engins des services publics de secours et de lutte contre l'incendie.

Classement des bâtiments d'habitation selon la classification issue de l’arrêté du 31 janvier 1986 :

  • familles 1, 2 et 3A : aucun type d'éclairage de sécurité n'est imposé ;
  • famille 3B : les escaliers protégés doivent comporter un éclairage électrique constitué :
    • soit par des blocs autonomes pour habitation, indépendamment de l'éclairage normal,
    • soit par une dérivation issue directement du tableau principal des services généraux (sans traverser les sous-sols), sélectivement protégée contre les surintensités et les contacts indirects et alimentant les appareils de l'éclairage normal ;
  • famille 4 : les escaliers protégés doivent comporter un éclairage de sécurité constitué par des blocs autonomes pour habitation indépendamment de l'éclairage normal.
FAMILLEHAUTEUR/NOMBRE D'ETAGESREMARQUES
1Pas plus de 3 étages sur RDC
2Pas plus de 3 étages sur RDC
3APlus de 3 étages et plancher du logement le plus haut à 28 m au plusAu plus 7 étages sur RDC.
Au plus 10 m entre la porte palière du logement le plus éloigné et l'accès à l'escalier
3BPlus de 3 étages et plancher du logement le plus haut à 28 m au plusNe satisfaisant pas aux conditions de la famille 3A
4Plancher du logement le plus haut à plus de 28 m et à 50 m au plus
Remarque : bien que l'arrêté du 31 janvier 1986 ne le spécifie pas explicitement, il est recommandé de signaler les portes d'accès aux escaliers protégés et d'éclairer les circulations permettant l'évacuation du bâtiment par le même type d'éclairage de sécurité.

Sont exclus des dispositions de cet arrêté :

  • les immeubles d'habitation de plus de 50 m de hauteur, faisant l'objet de la réglementation des immeubles de grande hauteur (IGH) ;
  • les parcs de stationnement couverts d'une superficie supérieure à 6 000 m², assujettis à la réglementation des établissements classés au titre de la protection de l'environnement ;
  • les locaux collectifs des logements-foyers, tels que les salles de réunion, salles de jeux, restaurants et leurs dégagements, considérés comme locaux recevant du public et soumis à la réglementation de ces établissements.

Établissements de type IGH (immeubles de grande hauteur)

L’éclairage d’évacuation est obligatoire dans les salles de plus de 50 personnes ou de superficie supérieure à 300 m² en étage et RdC et 100 m² en sous-sol. Il doit baliser les sorties et les cheminements en indiquant les changements de direction et les obstacles avec des étiquettes signalétiques appropriées.

L’éclairage d’ambiance ou anti-panique est obligatoire dans les salles et halls pouvant recevoir plus de 100 personnes en étage ou RdC ou plus de 50 personnes en parties situées en dessous du pont d’évacuation des personnes.

Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Pour tous les établissements mentionnés ci-dessous (J à OA)

L’éclairage d’évacuation est obligatoire dans les salles de plus de 50 personnes ou de superficie supérieure à 300 m² en étage et RdC et 100 m² en sous-sol. Il doit baliser les sorties et les cheminements en indiquant les changements de direction et les obstacles avec des étiquettes signalétiques appropriées.

L’éclairage d’ambiance ou anti-panique est obligatoire dans les salles et halls pouvant recevoir plus de 100 personnes en étage ou RdC ou plus de 50 personnes en sous-sol.

Établissements de type J (structures d’accueil pour personnes âgées et/ou handicapées) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de sources centrales et luminaires associés quelle que soit la catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type L (salles à usage d’audition, de conférence, de réunion, de spectacle ou à usage multiple) :

Éclairage d'ambiance : Les sources centrales et luminaires associés sont obligatoires pour les établissements de 1re et de 2e catégorie, excepté dans les salles de projection et de spectacle où l’éclairage d’évacuation peut être assuré par des blocs autonomes.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type M (magasins, centres commerciaux) :

Éclairage d'ambiance : Les sources centrales et luminaires associés sont obligatoires pour les établissements de 1re et de 2e catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type N (restaurants, débits de boissons) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.

Établissements de type O (hôtels, pensions de famille) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type P (salles de danse, salles de jeux) :

Éclairage d'ambiance : Les sources centrales sont obligatoires pour les établissements de 1re et de 2e catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type R (établissements d’enseignement, colonies de vacances) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type S (bibliothèques, centres de documentation) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.

Établissements de type T (salles d’exposition) :

Éclairage d'ambiance : Les sources centrales sont obligatoires pour les établissements de 1re et de 2e catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type U (établissements sanitaires, établissements de soins) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type V (établissements de culte) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type W (administrations, banques et bureaux) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.

Établissements de type X (établissements sportifs couverts, piscines, patinoires) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type Y (musées) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.

Établissements de type CTS (chapiteaux, tentes et structures itinérantes) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.

Établissements de type GA (gares aériennes, souterraines et mixtes) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type OA (hôtels et restaurants d’altitude) :

Éclairage d'ambiance : Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.

Établissements de type EF (établissements flottants) :

L’éclairage d’évacuation est obligatoire dans les salles de plus de 50 personnes ou de superficie supérieure à 300 m² en étage et pont d’évacuation des personnes, et RdC et 100 m² en parties situées en dessous du pont d’évacuation des personnes. Il doit baliser les sorties et les cheminements en indiquant les changements de direction et les obstacles avec des étiquettes signalétiques appropriées.
L’éclairage d’ambiance ou anti-panique est obligatoire dans les salles et halls pouvant recevoir plus de 100 personnes en étage ou RdC ou plus de 50 personnes en parties situées en dessous du pont d’évacuation des personnes.
Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.
Se reporter également aux exigences particulières à ce type d’établissement.

Établissements de type PA (hôtels et restaurants d’altitude) :

L’éclairage d’évacuation doit baliser les sorties et les cheminements en indiquant les changements de direction et les obstacles avec des étiquettes signalétiques appropriées. Dans le cas où un éclairage normal existe, un éclairage de sécurité limité à la fonction évacuation doit être installé.
Il s’agit de blocs autonomes ou de source centrale et luminaires associés quelle que soit la catégorie.

Établissements de type GEEM (grands établissements à exploitation multiple) :

Éclairage d’évacuation : hormis pour l’espace d’activité et d’observation, l’éclairage de sécurité répond aux dispositions générales correspondant au type d’établissement concerné. L’autonomie de l’éclairage de sécurité est de 1h minimum. Il reste allumé en permanence en présence du public. Il est constitué d’une nappe haute et d’une nappe basse.

Établissements de type REF (refuge de montagne) :

L’éclairage d’évacuation concerne les refuges pour lesquels l’effectif du public est supérieur à 30 personnes sur simple RdC (40 personnes si refuge gardé) ou 20 personnes s’il comporte plusieurs étages.
Voir aussi les articles REF 34 et REF 35.

Établissements de type PS (parcs de stationnement couverts) :

Se reporter aux articles PS 1, PS 14, PS 19 et PS 22 de l’arrêté du 25 juin 1980 portant approbation des dispositions générales du règlement de sécurité contre les risques d'incendie et de panique dans les établissements recevant du public (ERP).

Établissements de 5e catégorie :

Se reporter aux articles PE 2, PE 24 et PE 36 de l’arrêté du 25 juin 1980 portant approbation des dispositions générales du règlement de sécurité contre les risques d'incendie et de panique dans les établissements recevant du public (ERP).

Établissements de type FL (logements, foyers, maisons de repos) :

L’éclairage de sécurité peut être réalisé par des blocs BAEH “habitation“ conformes à la norme NFC 71-805 ou par source centrale d’autonomie 6 heures, associée à des caissons lumineux.
Voir aussi le cas des structures d’accueil pour personnes âgées ou handicapées entrant dans la nouvelle classification type J (article J 30).

Le cas des espaces d’attente sécurisés (EAS) :

Dans le cadre de la loi n° 2005-102 du 11 février 2005, l’arrêté du 24 septembre 2009 demande la création, à chaque niveau des ERP, d’espaces d’attente sécurisés (EAS) et de cheminements praticables menant aux sorties et aux EAS.
En matière d’éclairage de sécurité, des dispositifs de balisage renforcés (DBR) permettent de séparer les flux d’évacuation des personnes à mobilité réduite, des flux d’évacuation des personnes valides. Ils indiquent les cheminements qui mènent aux EAS en étages et aux issues de secours aménagées pour fauteuils roulants en rez-de-chaussée.

Le cas des chantiers :

Lorsque le bâtiment n’est encore qu’un chantier, son évacuation en cas d’incendie ou pour toute autre raison doit tout de même être assurée lorsque l’éclairage normal ou de remplacement s’avère défectueux.

L’éclairage de sécurité doit être électrique et installé en poste fixe. Il peut être assuré :

  • par des blocs autonomes (solution fortement recommandée) ;
  • par une installation alimentée par une batterie centrale d’accumulateurs. La durée de fonctionnement étant au minimum d’une heure ;
  • par des lampes à accumulateurs ou à piles (cas de personnel restreint). La durée de sécurité de fonctionnement étant également au minimum d’une heure.

L’éclairage de sécurité peut être renforcé par des éléments d’appoint tels que les catadioptres ou des plaques réflectorisées. Des foyers lumineux doivent assurer le jalonnement des voies de circulation nécessaires à l’évacuation du personnel en toute sécurité (source : OPPBTP).

Éclairage de sécurité : source centralisée ou blocs autonomes

Il existe deux technologies d’alimentation des blocs d’éclairage de sécurité : la source centralisée ou les blocs autonomes pourvus d’une batterie qui leur confère l’autonomie requise en cas de sinistre et/ou de coupure secteur.

L'éclairage de sécurité ne doit pas être confondu avec l'éclairage de remplacement qui permet de poursuivre l'exploitation de l'établissement en cas de défaillance de l'éclairage normal. Par ailleurs, l'installation des composants d'éclairage de sécurité doit être fixe. La réglementation impose que les sources de sécurité assurent une autonomie d'au moins une heure. L'éclairage de sécurité met en œuvre, selon la catégorie de l'établissement :

  • une source centralisée constituée d'une batterie d'accumulateurs alimentant des luminaires adaptés. Cette source centralisée ne peut en aucun cas être un onduleur informatique. Les sources centralisées pour éclairage de sécurité doivent répondre aux normes EN 50-178 et NF 71 815 ;
  • des blocs autonomes.
Evacuation-2

© Ignes

L'éclairage de sécurité fait l'objet d'une installation spécifique et indépendante des autres types d'éclairage.

Les sources centralisées

Elles sont constituées d'une batterie d'accumulateurs qui alimente via un réseau les différents points d'éclairage d'ambiance ou d'anti-panique.

Les sources lumineuses d'évacuation sont alimentées à l'état de veille. Les sources lumineuses d'éclairage d'ambiance ou d'anti-panique peuvent être éteintes à l'état de veille et sont alimentées par la source de sécurité (les batteries d'accumulateurs) à l'état de fonctionnement. Selon les modèles, les sources centrales délivrent une tension de sortie alternative (230 Vca) ou continue (24, 48, 110 ou 220 Vcc).

Les sources centrales sont obligatoires pour les installations d'éclairage de sécurité des établissements recevant du public (ERP) des types L, M, P, T de 1re et de 2e catégories (effectif supérieur à 700 personnes).

Exemple de schéma de principe d'une source centrale avec coffret de distribution

© Cooper/Eaton

Blocs d'évacuation

© Ignes
Il existe des blocs d’évacuation et des blocs d’ambiance. Ces derniers évitent notamment les situations de panique en cas de coupure de l’éclairage normal.

Les blocs autonomes d'éclairage de sécurité

À l'inverse d'une installation alimentée par une source centrale d'énergie, les blocs autonomes d'éclairage de sécurité disposent de leur propre batterie.

Un bloc autonome est un appareil qui se suffit à lui-même. La défaillance d'un bloc autonome ne provoque pas la mise hors service de l'ensemble de l'éclairage de sécurité.
Il existe trois familles de blocs autonomes :

  • les blocs autonomes d'éclairage de sécurité BAES d'évacuation ;
  • les blocs autonomes d'éclairage de sécurité BAES d'ambiance ;
  • les blocs autonomes d'éclairage de sécurité pour habitation BAEH.

De plus en plus de blocs sont équipés de systèmes automatiques de test intégré (SATI) conformes à la norme NF C 71-820. Ces automatismes facilitent la maintenance des blocs, souvent répartis sur des sites relativement vastes. Rappelons à ce titre que l'efficacité d'une installation d'éclairage de sécurité dépend dans une large mesure d'une maintenance effectuée régulièrement et dans les règles de l'art.

Éclairage de sécurité : quelle maintenance ?

Le contrôle périodique de l’installation d’éclairage de sécurité est une obligation. Il permet de s’assurer que l’installation répond pleinement à la sécurité des personnes. L’évolution de la technologie permet d’assurer automatiquement la majorité de ces contrôles.

L'exploitant d'un Établissement Recevant du Public (ERP) ou des Travailleurs (ERT) ou des résidents (habitat collectif) est responsable de la sécurité. Il doit s'assurer que les BAES et les LSC sont vérifiés et entretenus périodiquement selon les exigences de la réglementation en vigueur prévues :

  • pour les ERP (articles EC 13 et EC 14 du règlement de sécurité contre les risques d'incendie et de panique) ;
  • pour les ERT (arrêtés des 26/02/2003 et 14/12/2011).
Maintenance

© Ignes

La maintenance est une étape obligatoire pour s’assurer que l’installation répond au cahier des charges initial.

En cas de manquement, l'exploitant s'expose à la fermeture de son établissement. Aux pertes d'exploitation s'ajoutent des sanctions pénales.

Le vieillissement des appareils d'éclairage de sécurité est normal et inévitable. Le maintien de leur bon fonctionnement implique des vérifications et une maintenance périodiques strictement encadrées par la réglementation et les normes en vigueur. Celles-ci s'opèrent par le contrôle rigoureux de points techniques et administratifs. Ainsi :

  • chaque mois, l'exploitant doit vérifier l'allumage des sources lumineuses ;
  • tous les 6 mois, l'exploitant doit vérifier leur autonomie ;
  • tous les ans, un intervenant qualifié doit assurer un contrôle et une vérification complète (présence, état physique, nettoyage, lampes, batteries, télécommande, registre de sécurité).

Solution pour une maintenance simplifiée et efficace

Imposé par la réglementation, le diagnostic implique le contrôle régulier des points suivants :

  • appareils sous tension ;charge de la batterie (témoin de charge) ;
  • autonomie de la batterie (1h exigée pour l'évacuation et l'anti-panique, 5h pour les locaux d'habitation) ;
  • fonctionnement en mode batterie ;
  • état des sources lumineuses.

Dans ce contexte, un bloc à contrôle manuel nécessite un diagnostic réalisé manuellement, tandis qu'un bloc à contrôle automatique permet de répondre au diagnostic obligatoire, par un cycle de tests automatique et réalisé sans coupure secteur. D'où un gain de temps important et l'accès direct à la liste des anomalies constatées.

Toute anomalie constatée doit faire l'objet d'une intervention de maintenance exécutée par un intervenant dûment qualifié : service technique interne, installateur électricien, entreprise de maintenance en sécurité incendie (SSI, éclairage de sécurité, extincteur…), facility management… Dans tous les cas, cet intervenant doit procéder à la maintenance annuelle en respectant les 13 points de contrôle prescrits par la norme NF C 71-830.

SATI ou SATI adressable ?

Les blocs SATI (Système Automatique de Test Intégré) réduisent les coûts d'intervention en permettant, tension secteur présente, la vérification automatique des produits, offrant une meilleure garantie et visibilité de leur bon fonctionnement.

Les systèmes adressables optimisent les coûts et temps d'intervention en cas de défaut, en déterminant la position du luminaire défectueux (BAES ou LSC) et la nature de la panne.

Éclairage de sécurité et performance énergétique

L’intégration de sources lumineuses à très haut rendement par les fabricants de blocs autonomes d’éclairage permet depuis plusieurs années de réduire la consommation d’énergie globale de l’installation.

L'emploi de sources lumineuses telles que les LED, à la durée de vie plus longue, et de sources centrales à haut rendement pour alimenter les luminaires, permet aujourd'hui de réduire les coûts d'exploitation des installations d'éclairage de sécurité. Il s'agit d'une économie d'énergie importante, mais aussi, par rebond, d'un dimensionnement en puissance revu et corrigé.

Plus concrètement, l'intégration de sources LED, très économiques, permet de réduire la quantité d'énergie à délivrer en cas de coupure secteur. D'où l'avènement de batteries réduites en termes de poids, d'encombrement et de coût. Autre conséquence : la compacité des blocs induit une meilleure intégration au bâti avec des solutions miniaturisées à l'esthétique soignée… tant recherchée par les architectes.

Des marques certifiées

En faisant le choix d'équipements portant une marque NF, l'exploitant aura la garantie de répondre à son cahier des charges, aussi bien en matière de coût d'exploitation/maintenance, que d'impact environnemental.

La marque NF AEAS – Performance SATI offre aux exploitants l'assurance d'utiliser des produits sûrs et conformes aux normes et aux réglementations en vigueur. La fonction SATI (Système Automatique de Test Intégré) permet de contrôler automatiquement et simplement l'état des blocs et de faciliter ainsi leur maintenance.

La marque NF Environnement distingue les produits certifiés pour leurs performances écologiques exemplaires. Cet écolabel sélectif et reconnu garantit aux exploitants le meilleur choix de solutions d'éclairage de sécurité, en termes de qualité environnementale et d'économie d'énergie. Les luminaires NF Environnement sont préconisés pour les bâtiments BBC et HQE et pour les marchés publics éco-responsables.

Ces deux labels attestent d'un niveau constant de performance des produits et des sites de fabrication, régulièrement contrôlés par un organisme indépendant.

Recyclage des blocs autonomes

Les blocs autonomes d'éclairage sont reconnus comme étant des DEEE PRO, déchets d'équipements électriques et électroniques professionnels. Ils doivent alors suivre la filière mise en place à cet effet.

Créé par les fabricants et agréé par les Pouvoirs publics, le dispositif géré par l'éco-organisme à but non lucratif Récylum reprend gratuitement l'éclairage de sécurité en fin de vie et garantit son recyclage dans le strict respect de l'environnement et de la réglementation.

Sources : IGNES, Legrand, Emmerson Network Power, Eaton, OPPBTP, Legifrance.

Pour en savoir plus sur l’éclairage de sécurité selon le type d’établissement :
Établissements recevant du public – 20e édition (2014)

L'Officiel de l'Electricité - Installations électriques des bâtiments d'habitation neufs (Octobre 2016)
Unique ouvrage élaboré avec l'ensemble de la filière des professionnels de l'électricité et leurs organisations représentatives (CONSUEL, EDF, FEDELEC, FFIE, IGNES, SYCABEL, UNA 3E CAPEB) ainsi qu'avec l'AFPA, il rassemble l'ensemble des règles de l'art permettant la réalisation d'installations électriques et de communication de qualité dans les bâtiments d'habitation neufs (individuels et collectifs), ou faisant l'objet d'une rénovation totale.

Votre navigateur est obsolète

Pour accéder à ce site, vous devez mettre à jour votre navigateur